Jumat, 30 Mei 2014

KEJANG DEMAM PADA ANAK

Salah satu komplikasi yang paling banyak ditemui pada anak dengan demam adalah Kejang demam. Kejang demam terjadi karena adanya bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal lebih dari 38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Deman yang disertai kejang ini biasanya terjadi antara anak umur tiga bulan hingga lima tahun.
Kejang demam harus dibedakan dengan epilepsi karena memang kejang demam ini tidak sama dengan epilepsi. Tanda pertama dari epilepsi adalah munculnya kejang tanpa disertai demam.
Harus diketahui adalah, kejang demam biasanya tidak berbahaya karena tidak menyerang jaringan otak, berbeda dengan kejang disebabkan karena infeksi pada otak seperti meningitis.
Dokter biasa mengelompok jenis kejang ini menjadi dua macam:
Pertama kejang demam sederhana yang berlangsung kurang dari 15 menit
Kedua kejang demam kompleks yang berlangsung lebih dari l5 menit dan terjadi lebih dari satu kali kejang dalam jangka waktu kurang dari 24 jam.
Entah mengapa, namun berdasarkan statistik untuk wilayah Asia, umumnya kejang demam timbul pada tahun kedua kehidupan (17-23 bulan). Kejang demam sedikit lebih sering pada laki-laki.

Apa penyebabnya? Sampai saat ini penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Demam sering disebabkan oleh infeksi, namun tidak semua demam bisa menimbulkan kejang demam. Kejang demam baru muncul jika suhu tubuh terlalu panas, namun kebanyakan anak yang demam tinggipun tidak serta merta mengalami kejang demam.

Kejangnya biasanya berlangsung singkat, antara 3-5 menit. Bentuk kejang yang terjadi seperti mata terbalik ke atas dengan disertai kekakuan atau kelemahan, gerakan sentakan berulang tanpa didahului kekakuan, atau hanya sentakan atau kekakuan singkat saja. Sebagian besar kejang berlangsung kurang dari 6 menit dan kurng dari 8% berlangsung lebih dari 15 menit. Seringkali kejang berhenti sendiri. Setelah kejang berhenti anak tidak memberi reaksi apapun untuk sejenak, tetapi setelah beberapa detik atau menit, anak terbangun dan sadar kembali tanpa defisit neurologis.

.Pada saat kejang terjadi, tubuh anak harus dimiringkan untuk mencegah aspirasi ludah atau muntahan. Jalan napas harus dibuat selapang mungkin agar keluar masuk udara terjamin. Perhatikan keadaan vital seperti kesadaran, tekanan darah, suhu, pernapasan dan fungsi jantung. Suhu tubuh yang tinggi diturunkan dengan kompres air dingin dan pemberian antipiretik.

Dengan penanganan yang tepat dan cepat, hasilnya akan baik dan tidak menyebabkan kematian. Frekuensi berulangnya kejang berkisar antara 25-50%, umumnya terjadi pada 6 bulan pertama.

Selasa, 27 Mei 2014

Demam tifus pada anak

Pasti anda sebagai seorang ibu sering kali merasakan betapa sulitnya menjaga anak yang sedang sakit, apalagi yang mengalami sakit demam.
Anak dengan sakit demam itu banyak penyebabnya, namun penyebab yang paling sering ditemukan oleh dokter di rumah sakit adalah demam tifus.Demam tifus adalah demam yang disebabkan karena adanya penyakit infeksi yang mengenai saluran pencernaan (usus dan lambung).

DEMAM TIFUS PADA ANAK

Nah, bagaimana seorang ibu bisa mengenal demam pada anak ini?  Untuk mengetahui apakah anak anda menderita sakit tifus adalah dengan melihat dan memantau jenis demam yang dialami anak anda. Demam yang dialami biasanya akan lebih dari 7 hari dan disertai dengan gangguan pada saluran cerna, misalnya susah buang air besar.
 Kuman yang menjadi penyebab penyakit ini adalah kuman salmonella typhii. Kuman ini masuk ke dalam jenis bakteri. Mereka masuk ke dalam saluran cerna dan akan hidup diantara sela-sela sel usus. Di tahapan berikutnya yang lebih berat, kuman ini akan masuk ke dalam hati, limpa, sumsum tulang hingga terakhir akan bisa mengenai otak.
Demam pada penyakit tifus ini sangat khas sekali, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat pada sore dan malam hari. Dalam minggu kedua, anak terus ada dalam keadaan demam, yang turun secara berangsur-angsur pada minggu ketiga. Lidah kotor yaitu ditutupi selaput kecoklatan kotor, ujung dan tepi kemerahan. Setelah itu akan timbul gangguan dari saluran pencernaan misalnya susah BAB atau BAB keras, dan ada juga yang justru mencret-mencret.

Lalu, apa yang harus dilakukan sebagai orang tua untuk menangani penyakit ini? Mudah saja, yang paling utama adalah anak harus diistirahatkan, tidak boleh terlalu sering bermain kesana kemari, apalagi diperbolehkan main keluar.
Berikan makanan yang lembut, jangan berikan nasi yang keras, jangan berikan jenis umbi-umbian karena akan menimbulkan banyak gas yang berakibat perut jadi kembung dan tambah sakit.
Obat, terapi obat-obatan yang paling utama, jika anak demam diberikan penurunan panas. Obat lain yang harus diberikan adalah obat golongan antibiotik yang bertujuan untuk membunuh kuman salmonella tifosa tersebut.
Jika diobati dengan baik, biasanya anak akan sehat kembali. Yang penting adalah penanganan gejala-gejala klinis yang timbul, yaitu demam yang berkepanjangan dan anak malas makan.



Jumat, 23 Mei 2014

PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit demam dengan ciri demam disertai manifestasi perdarahan. Puncak kasus DBD terjadi pada musim hujan yaitu bulan Desember sampai dengan Maret. Penyebab demam berdarah adalah virus dengue yang ditularkan oleh vektor nyamuk Aedes aegypti.
Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes ini tidak serta merta menjadi demam berdarah dengue, namun ada juga yang tanpa gejala sama sekali. Gejala yang paling ringan mulai biasanya hanya demam biasa saja. Walaupun infeksi ringan lebih banyak, tetapi pada awal penyakit hampir tidak mungkin membedakan infeksi ringan atau berat.

Yang ditakutkan adalah terjadinya demam yang disertai syok. Anak-anak biasanya juga mengeluh kepala yang terasa sangat sakit dan berat. Bahkan anak-anak akan mengalami keluhan tambahan seperti muntah-muntah, tidak mau makan dan minum dan malas makan.

Lalu bagaimana kita sebagai orangtua jika anak kita mengalami demam berdarah?



 Demam adalah hal yang biasa, namun yang harus diperhatikan adalah adanya tanda-tanda seperti badan yang bertambah lemah, ujung jari tangan dan kaki dingin atau timbul bintik-bintik merah diseluruh tubuh. Jika ada gejala-gejala tersebut ada baiknya anak anda segera dirawat saja.
Selain gejala diatas, adanya gejala muntah-muntah bisa mengakibatkan anak mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan.

Namun jika timbul manifestasi perdarahan seperti mimisan, muntah darah, Buang Air Besar warna hitam dan perdarahan gusi, segera bawa ke dokter!

Penanganan pertama adalah mengatasi kehilangan cairan tubuh sebagai akibat perdarahan dan muntah-muntah yang terjadi. Rasa haus dan keadaan dehidrasi dapat timbul akibat demam tinggi, anoreksia dan muntah. Intinya adalah perlu diberi minum banyak, bisa berupa air teh dengan gula, sirup, susu, sari buah, atau oralit. Selain itu jangan lupa berikan kompres untuk menurunkan demamnya.

Dalam kebanyakan kasus demam berdarah, sangat sedikit sekali yang mengalami kematian yang disebabkan oleh demam berdarah dengue. Jikapun ada yang meninggal biasanya disertai oleh infeksi penyertanya ataupun pada anak-anak yang mempunyai kondisi fisik yang memang sudah lemah.
Demikianlah pembahasan mengenai demam berdarah, semoga membantu. Terima Kasih

Senin, 19 Mei 2014

PENYEBAB SAKIT PERUT ANAK

Sakit perut merupakan keluhan yang paling sering timbul pada anak-anak. Sakit perut ini biasanya berkaitan erat dengan kebiasaan makan anak. Namun keluhan dan gejala yang timbul tersebut ternyata sangat bervariasi dan sangat dipengaruhi oleh usia anak. Sebab itulah maka nyeri perut pada anak ini menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua untuk melakukan penanganan pertamanya.

Penyebab nyeri perut sangat banyak, bisa disebabkan karena penyebab di dalam perut itu sendiri atau disebabkan oleh bagian di luar perut. Nyeri perut pada anak itu bisa disebabkan oleh hal-hal dibawah ini:

Usus buntu: Biasanya pada usus buntu anak tidak langsung merasakan sakit perut, tapi didahului oleh demam beberapa hari sebelumnya, setelah itu barulah timbul keluhan nyeri di bagian perut yang kemudian menjalar ke bagian sebelah kiri perut. 
anak sakit perut



Gastroenteritis: Nyeri yang timbul disebabkan karena usus berkontraksi dalam jangka waktu yang cepat dan dengan intensitas kuat, hal ini disebabkan karena adanya kuman disepanjang usus atau ada zat asing yang ditolak oleh usus sehingga tubuh berespon dengan berkontraksi kuat untuk mengeluarkan zat asing tersebut.

Trauma: Tanpa diketahui anak sering mengeluh sakit perut dan ditemukan adanya memar kebiruan pada perutnya. Pada saat anak mengeluh sakit perut barulah ibu mengetahui jika si anak mengalami benturan pada perutnya beberapa hari sebelumnya. Harus diketahui, benturan yang kuat dapat menyebabkan timbulnya robekan pada usus sehingga terjadilah infeksi.


Usus turun/ hernia: usus turun atau hernia bisa terjadi pada anak-anak ditandai dengan adanya pembengkakan pada kantung kemaluan. Awalnya pembengkakan pada kanton kemaluan ini bisa hilang timbul pada saat anak menangis atau batuk. Tapi suatu saat pembengkakan tersebut tidak bisa hilang lagi disertai rasa sakit. Hal itu menunjukkan bahwa usus turun tersebut telah terjepit dinding perut dan harus dioperasi.


Dispepsia/ Sakit maag: walaupun masih sangat jarang terjadi pada anak-anak, tapi sakit maag atau dispepsia ini juga bisa terjadi pada anak-anak. Penyebabnya adalah kenaikan asam lambung dikarenakan makanan yang mempunyai kadar asam yang tinggi.

Itulah beberapa penyebab sakit perut anak, semoga artikel ini bisa membantu ibu-ibu semua dalam mengasuh dan menjaga kesehatan anak-anaknya.

Rabu, 14 Mei 2014

CARA MENGOBATI ANAK SAKIT CAMPAK

Penyakit Campak Pada Anak
Penyakit campak adalah penyakit yang sangat umum terjadi pada anak-anak. Memasuki usia bulan ke Sembilan, biasanya seorang anak akan diberikan imunisasi campak. Harus diketahui adalah: imunisasi campak ini bukan untuk mencegah seorang anak itu tidak terkena campak, tapi untuk mengurangi gejala dan akibat yang ditimbulkan jika anak tersebut terkena campak. Dalam bahasa kedokteran, campak juga disebut dengan kata morbili. Morbili adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Penularan penyakit campak ini terjadi melalui kontak langsung dengan penderita sebelumnya. 
penyakit campak
Bagaimana gejala yang ditimbulkan oleh penyakit campak ini?
Gejala awal yang timbul dari penyakit ini adalah timbulnya demam, batuk, gelisah dan tidak mau makan karena adanya ganggauan pada daerah tenggorokan dan  leher. Hal ini biasanya berlangsung antara 3-5 hari. Stadium selanjutnya adalah timbulnya ruam-ruam kemerahan yang bermula di belakang telinga, bagian belakang leher, dan terkadang jika digaruk akan berdarah. Bintik paling banyak terlihat pada punggung bagian belakang dan terkadang anak merasa gatal. Gatal tersebut timbul normal mengingat keluarnya zat-zat yang merespon terhadap kemunculan virus di dalam tubuh anak.
Untuk itu biasanya  pasien dipisahkan dengan keluarganya yang lain dengan tujuan untuk mencegah penularan. Perawatan yang baik diperlukan terutama kebersihan kulit, mulut, dan mata. Pengobatan yang diberikan simtomatik, yaitu antipiretik bila suhu tinggi, sedatif, obat antitusif, dan memperbaiki keadaan umum dengan nemperhatikan asupan cairan dan kalori serta pengobatan terhadap komplikasi. Pencegahan penyakit dilakukan dengan pemberian imunisasi.
Biasanya penyakit ini tidak akan menimbulkan kematian terutama pada mereka yang telah diimunisasi dan mempunyai status gizi yang baik, namun pada bayi yang mempunyai status gizi yang rendah dan buruk atau mempunyai gangguan imunitas bisa saja menjadi parah bahkan berujung pada kematian.
Imunisasi campak dilaksanakan pada saat bayi berusia sembilan bulan. Imunisasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit morbili ini pada anak. Beberapa puluh tahun yang lalu, penyakit-penyakit infeksi baik virus maupun bakteri sangat berpengaruh terhadap keberhasilan hidup anak di Indonesia. Penyakit itu misalnya TBC, polio, dipteri, tetanus, pertusis, hepatitis dan campak. Dengan adanya imunisasi ini diharapkan angka kematian anak-anak yang berusia dibawah 1 tahun bisa ditekan.

Sabtu, 10 Mei 2014

APA ITU PENYAKIT GONDONGAN?

Penyakit gondongan termasuk penyakit endemis yang banyak mengenai masyarakat di Indonesia. Walaupun termasuk penyakit endemis, sedikit sekali yang melaporkan ada yang meninggal disebabkan oleh penyakit ini.
penyakit gondongan
penyakit gondongan
Penyakit gondongan ini tidak mengenal usia, walaupun usia yang paling banyak terkena penyakit ini adalah pada usia anak-anak hingga remaja karena banyak resiko terkena kontak langsung dengan penderita penyakit gondongan lainnya.
Penyakit gondongan adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman virus yang mempunyai penyebaran yang khas yaitu pembesaran kelenjar ludah, yaitu kelenjar parotis. Penyakit gondongan ini mempunyai istilah medis yaitu parotitis epidemika.
Virus yang menjadi penyebab penyakit ini adalah virus dari  golongan paramyxovirus.  

Gejala awal dari penyakit gondongan ini adalah demam, sakit kepala, tidak mau makan, muntah dan nyeri-nyeri otot. Gejala ini biasanya berlangsung selama 1-2 hari. Memasuki hari ketiga atau keempat baru terlihat adanya pembengkakan pada area bawah telinga. Sebenarnya bukan gendang telinga atau telinganya yang membengkak, tapi kelenjar parotis atau yang biasa disebut kelenjar ludah. Pembengkakan kelenjar parotis ini mula-mula unilateral kemudian menjadi bilateral, disertai rasa nyeri spontan ataupun pada perabaan berlebih-lebih saat pasien makan atau minum.

Dalam beberapa hari berikutnya akan terjadi gangguan menelan dan pada akhirnya mulut akan menjadi kaku dan tidak bisa membuka lebar sama sekali alias mengalami trismus. Jika kondisi pertahanan tubuh si penderita jelek, selain terjadi kekakuan dan susah menelan, kelenjar-kelenjar ludah yang lain pun akan ikut terkena. Infeksi bisa menjalar keseluruh bagian tubuh dengan komplikasi terburuk yaitu Meningoensefalitis.

Pengobatan penyakit gondongan
Pengobatan penyakit gondongan sebenarnya tidak terlalu sulit karena disebabkan oleh virus. Terapi yang paling utama adalah istirahat selama demam dan selama masih ada pembengkakan pada pipi. Kompres pipi yang bengkak dengan air hangat. Jangan terlalu sering mengunyah karena itulah disarankan untuk memakan makanan yang lunak dan cair saja.
Sebagian besar penderita penyakit gondongan ini tidak perlu dirawat, mereka cukup istirahat saja dengan tetap menjaga asupan makanan dan minuman untuk menjaga vitalitas tubuh.

Selasa, 06 Mei 2014

GEJALA ANAK SAKIT PERUT

Gejala yang biasa timbul pada anak sakit perut diantaranya:
  1. Muntah empedu: muntah empedu biasanya muntahnya tidak berwarna putih bening namun berwarna kuning kehijauan terkadang tampak berwarna hijau.
  2. Nyeri tekan perut: biasanya anak akan mengeluh nyeri saat perutnya ditekan menggunakan tangan, atau saat dibawa bergerak atau pada saat batuk.
  3. Distensi perut: distensi disini maksudnya adalah kekencangan. Anak yang sakit perut biasanya mengeluh perutnya sangat kencang dan keras saat diraba. Pada saat ini sebaiknya anak segera dibawa ke dokter.
  4. Massa intra abdomen: teraba benjolan keras pada perut anak anda, benjolan tersebut tidak hilang setelah ditekan atau dibiarkan beberapa saat
  5. Obstipasi/ susah BAB: Gejala susah Buang air besar ini menunjukkan adanya gangguan pada saluran usus anak, terutama di bagian ujung dari usus yaitu colon descendens dan rectum.
  6. Menangis sambil memegangi perut
  7. Menangis sambil memukuli perut
  8. Menangis sambil mengangkat kedua kaki diatas: Anak mengeluh perutnya terasa sakit dan terasa lebih enak jika kedua kakinya diangkat ke atas.  Anak juga merasa lebih nyaman jika kakinya diangkat ke atas.
  9. BAB berdarah/ berlendir. Hal ini secara langsung menunjukkan adanya gangguan pada saluran pencernaan anak, bisa di daerah usus bagian atas bisa juga di bagian bawah usus.
  10. Demam atau hipotermia. Demam merupakan gejala umum yang timbul untuk semua penyakit, karena itulah demam seringkali tidak bisa dijadikan patokan utama dari suatu penyakit, hanya saja: jika Sembilan gejala diatas ditemukan bersamaan dengan demam, hal itu menunjukkan sedang terjadi masalah serius dengan perut anak anda.

Gejala-gejala diatas adalah gejala yang timbul pada anak yang seringkali dianggap biasa oleh para ibu, padahal kumpulan gejala ini menunjukkan jika penyakit yang diderita oleh anak tersebut sudah masuk ke dalam taraf yang mengkhawatirkan. Jika anda berada di daerah yang jauh dari petugas medis, pertolongan pertama untuk kasus-kasus ini sangat diperlukan. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan oleh para ibu akan saya berikan pada artikel selanjutnya.