Kamis, 18 September 2014

MENYUSUI ANAK MENGURANGI RESIKO KANKER

Ternyata menyusui tidak hanya bermanfaat bagi bayi untuk tumbuh kembangnya.
Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition terhadap 493 wanita dengan kanker ovarium dan dibandingkan dengan 472 wanita normal dari usia yang sama didapatkan hasil bahwa wanita yang menyusui anak kurang lebih 13 bulan akan menurun resiko perkembangan tumornya hingga 63%nya  dibandingkan mereka yang hanya menyusui bayinya kurang dari 7 bulan.

MENYUSUI ANAK MENGURANGI RESIKO KANKER

Untuk diketahui bahwa lebih dari 6000 pasien di Inggris terdiagnosis kanker ovarium. Apalagi, penyakit ini menjadi penyumbang sekitar 5% dari penyebab kematian karena kanker pada wanita.
Selain itu didapatkan bahwa pada ibu yang memiliki tiga orang anak dan total waktu untuk menyusui hingga mencapai 31 bulan lebih banyak memangkas kesempatan mereka untuk mendapat kanker ovarium, yaitu hingga 91%.

Hasil penelitian sejalan dengan teori yang menyebutkan bahwa menyusui itu bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadi kanker ovarium. Mekanis hormonal dalam tubuh, proses menyusui dapat membantu menunda ovulasi. Nah, proses ovulasi yang lambat inilah yang bisa menurunkan resiko terbentuknya sel kanker baru.

Senin, 15 September 2014

Jangan biasakan anak bermain gadget

Memiliki anak yang anti sosial dan acuh dengan lingkungan itu terbentuk sejak sang anak masih kecil, hal tersebut adalah didikan dari rumah. Jika kita ingin anak kita menjadi orang yang lebih bisa berempati dan bersimpati dengan orang lain, mau tidak mau kita harus membatasi konsumsi media digital anak kita.
Jangan biasakan anak bermain gadget

Hal ini dikatakan oleh psikolog anak dan remaja Alzena Masykouri M.Psi, sebaiknya untuk anak di bawah usia dua tahun tidak dikenalkan dengan media digital seperti handphone, gadget, tv, dan perangkat elektronik lainnya.

Hasil studi dari  Departemen Psikologi University of California ditemukan bahwa penggunaan alat-alat elektronik digital seperti tab, handphone dll bisa merusak keterampilan sosial anak. Hal ini berakibat pada rendahnya kemampuan sang anak dalam berinteraksi dan bersimpati dengan orang lain.

Penyebabnya adalah tumpulnya sensitivas, tumpulnya sensitivitas perasaan ini terkait pada jarangnya sang anak bersosialisasi. Bahkan dari hasil penelitian disebutkan jaika anak bisa terus-terusan di depan media digital hingga 4,5 jam.

Sebaiknya orang tua membatasi konsumsi media digital anak-anaknya karena interaksi sosial berguna untuk mengembangkan keterampilan anak dalam memahami emosi orang lain. Bagaimanapun kita adalah makhluk sosial yang butuh interaksi langsung dengan orang lain.

Jumat, 12 September 2014

Stress pada anak

Boleh percaya atau tidak, namun anak-anak bisa mengalami stress atau depresi. Menurut peneliti yang bernama Dr Joan Luby yang juga direktur Emotional Development Program, Washington University "Depresi pada anak maupun orang dewasa itu ternyata sama saja, kondisinya kronis dan bersifat kambuhan."
anak dengan depresi

Mengapa bisa timbul stress pada anak? Peneliti ini mengamati 246 anak usia prasekolah yang berusia diantara 3 sampai 5 tahun selama enam tahun. Kepada orang tua atau pengasuh mereka, peneliti menanyakan aspek-aspek tertentu. Misalkan apakah ia sering merasa sedih, merasa bersalah, bagaimana selera makannya dan apakah belakangan mereka menikmati waktu bermainnya atau tidak.

Ternyata hasilnya cukup mencengangkan. Enam tahun kemudia ditemukan bahwa 79 anak dipastikan mengidap depresi, termasuk separuh dari 74 anak yang didiagnosis ketika studi baru dimulai. Hanya 24 persen dari 172 anak yang tidak depresi di usia prasekolah yang di kemudian hari justru didiagnosis mengidap depresi.

Apa penyebabnya? Peneliti menyimpulkan bahwa depresi usia sekolah ini timbul karena ibu yang mengalami stress sebelumnya. Yang menyedihkan lagi adalah bila seorang anak ini menderita depresi sejak usia prasekolahnya maka gejala depresi tersebut bisa berlangjut hingga si anak memasuki usia sekolah dasar dan sekolah menengah.

Di samping itu, apabila gejala depresi pada anak-anak yang belum genap lima tahun ini dapat terdeteksi sejak dini, maka Dr Luby mengatakan pengobatannya pun akan jauh lebih efektif.

Selasa, 09 September 2014

CUKUPI KEBUTUHAN NUTRISI ANAK

Mencukupi kebutuhan nutrisi sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Jika nutrisi yang diberikan mencukupi, maka anak akan tumbuh dengan sehat, tapi apabila nutrisi yang diberikan itu berlebihan maka anak bakal mengalami kelebihan gizi yang disebut dengan istilah overnutrisi dan pada akhirnya anak anda pun akan tumbuh sebagai anak obesitas alias kegemukan.
Menjaga pola makan anak yang baik dan seimbang adalah kewajiban orang tua, selain itu juga harus selalu menerapkan kaidah gizi yang seimbang yang harus memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin dan mineralnya.
Nah, diantara kesemua porsi kebutuhan tersebut, yang mempunyai porsi terbanyak dan terbesar adalah karbohidrat. Karbohidrat yang terlalu banyak inilah yang bisa menyebabkan timbulnya obesitas.
Obesitas akan memacu timbulnya penyakit-penyakit yang seharusnya belum muncul di masa kanak-kanak menjadi muncul dan berujung pada meningkatnya penyakit seperti kardiovaskuler, diabetes dan hipertensi. Bahkan dari sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki yang mengalami kegemukan rata-rata memiliki kualitas hidup yang lebih rendah.

anak obesitas


PENYEBAB OBESITAS

Tahukah anda ternyata dari sebuah penelitian yang ada ternyata risiko obesitas juga terus meningkat terutama pada mereka yang memiliki saudara kandung yang obesitas.
Menurut Mark Pachucki dari Morgan Institute dari Mongan Institute for Health Policy at Massachusetts General Hospital Boston, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/7/2014) ketika anda mengamati keluarga dengan dua anak, pengaruh anak obesitas lebih kuat dari saudara kandung dibandingkan dari orang tuanya.
Penelitian yang dilakukan pada 1.948 keluarga ini ternyata berhasil menunjukkan data yang mencengangkan. Hasil menunjukkan bahwa 12 persen anak tunggal mengalami obesitas. Data juga yang menunjukkan bahwa 20 persen anak tunggal jarang berolahraga dan sepertiga dari mereka jajan makanan cepat saji minimal dua kali dalam seminggu.
 Bedanya, data menunjukkan bahwa sang adik lebih rentan mengalami obesitas daripada kakak. 8 Persen kakak mengalami obesitas, lebih sedikit dibandingkan dengan 12 persen adik.
"Kakak atau abang memang nampak lebih persuasif. Menurutku, banyak adik yang melihat kepada kakaknya, bagaimana pola hidup dan makannya. Itu yang menjadi penjelasan atas haril penelitian ini," sambung Pachucki lagi.

Sabtu, 06 September 2014

Jagalah kesehatan Gigi Susu Anak Anda

Kesehatan gigi susu sangat penting untuk dilakukan agar anak terhindar dari gangguan gigi impacted (bertumpuk). Gigi susu yang bermasalah bukan hanya menyakitkan tapi juga memicu trauma pada dirinya.
Untuk kita ketahui, gigi impacted adalah suatu kondisi dimana gigi mengalami kegagalan tumbuh secara normal pada lengkung rahang. Penyebab penyakit ini adalah karena kesalahan posisi, tertutup jaringan lunak bahkan oleh tulang itu sendiri.


Menurut Prof. Dr. Melanie S. Djamil sebagaimana yang dikutip dari Okezone.com, mengatakan bahwa gigi impaksi sangat berkaitan dari cara orangtua dalam menjaga kesehatan gigi susu anaknya saat masih balita.
Pada saat usia anak sudah memasuki usia 12 tahun gigi akan berganti menjadi gigi permanen. Di bawah umur tersebut, biasanya akan berlangsung proses gigi tanggal sesuai dengan proses alaminya, namun ada pengecualian pada gigi di daerah geraham karena gigi tersebut tidak pernah diganti. Di mana sekitar dua sampai tiga tahun akan tumbuh, dan berkembang sampat bentuk utuh itu berada umur enam tahun dan menjadi gigi tetap.
Orangtua harus bisa memperhatikan dengan serius kesehatan gigi anak sejak usia tersebut dimulai dari membiasakan anak mereka untuk menyikat gigi minimal dua kali, membatasi makan makanan manis dan minum softdrink serta teratur cek kesehatan gigi setiap enam bulan sekali.

Rabu, 03 September 2014

Jangan Duduk terlalu lama

Tahukah anda jika terlalu lama duduk di depan meja kantor berisiko mengalami gangguan kesehatan? Apa saja risikonya?
Berikut ulasannya sebagaimana dilansir Magforwomen:


 1.  Timbulnya stress
Stress terlalu tinggi kadang muncul di tempat kerja, karena anda berada di dalam kantor yang mempunyai ukuran ruangan yang kecil maka anda pun akan kesulitan dalam melepaskan dan meluapkan stress yang anda rasakan tersebut akibatnya tubuh Anda menjadi lebih kaku karena mencoba untuk mengatasi stres. Hal ini membawa serta banyak penyakit yang berhubungan dengan stres seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, dan sebagainya.

 2.Kebosanan
 Duduk terlalu lama di depan layar komputer sepanjang hari akan menimbulkan rasa bosan yang menumpuk. Anda akan sangat sulit untuk mengurusi pekerjaan anda sendiri. Kebosanan akan menjadikan anda depresi. Berdasarkan sebuah penelitian, orang-orang yang bosan di tempat kerja mereka bisa saja tiba-tiba meninggal karena serangan jantung atau stroke.

3. Gangguan pencernaan
 Gangguan pencernaan timbul karena adanya kuman yang masuk ke dalam mulut anda, kok bisa? Jumlah mikroorganisme penyebab penyakit pada peralatan kantor seperti keyboard, printer, mesin fotokopi, dan sebagainya hampir lima kali lebih banyak daripada di kamar mandi, saat anda mengambil cemilan anda menggunakan tangan, tanpa sadar tangan anda tersebut baru saja menyentuh peralatan-peralatan kantor tadi. Apabila kuman-kuman tersebut menyerang tubuh maka akan timbul infeksi pada usus, salah satu penyakitnya yaitu mencret-mencret.

4. Carpel tunnel syndrome
 Adalah suatu sindrom dimana terjadi penjepitan terhadap urat syaraf di pergelangan tangan. Mengetik terlalu banyak dapat menyebabkan penyakit yang disebut carpel tunnel syndrome. Sindrom ini dapat menyebabkan kerusakan saraf dan karena itu mengetik terus-menerus tanpa istirahat.

5. Obesitas
 Bekerja di depan komputer biasanya ditemani pula oleh beberapa cemilan dan makanan. Tanpa disadari makanan tersebut malah menambah kadar lemak dalam tubuh. Sebagian besar makanan cepat saji, snack dan camilan mengandung lemak jenuh dan tinggi kalori yang hanya menambah akumulasi lemak dalam tubuh. Ini akhirnya mengarah pada obesitas dan penyakit terkait lainnya.

Minggu, 31 Agustus 2014

MENCEGAH OBESITAS PADA ANAK

Kegemukan pada anak harus diwaspadai karena akan mempengaruhi perkembangan fisik dan mental anak tersebut. Perkembangan fisik yang dimaksud di sini bukan hanya sebatas pertumbuhan tubuh saja, tapi juga pada perkembangan hormon-hormon tubuh termasuk hormon perkembangan sekunder.
Perkembangan mental akan terganggu karena anak yang mengalami kegemukan/ obesitas biasanya akan dibully oleh teman-temannya. Akibatnya si anak tersebut akan malas bersosialisasi dan lebih memilih untuk menghabiskan makanan dibandingkan membentuk suatu pertemanan.

obesitas pada anak

Namun tahukah anda salah satu cara mudah agar anak tidak menjadi kegemukan? 
Caranya sangat mudah, yaitu dengan membiarkan anak bermain. 

Menurut studi terbaru, anak yang aktif bermain di luar rumah ternyata memiliki tubuh yang lebih sehat. Karena itulah, jangan terlalu mengikat seorang anak di dalam rumah bersama perangkat elektronik terlalu lama karena hal tersebut malah akan membuat anak bertambah malas dan justru akan semakin gemuk.

Ada baiknya kita membaca hasil penelitian yang dilakukan Lee Schaefer dari University of Regina, Kanada yang mengatakan " Jika kita mendorong pelajar untuk berada di luar lebih sering, maka mereka akan jauh lebih aktif. Hal ini akan menguntungkan mereka dalam jangka panjang," kata Schaefer seperti dikutip dari Reuters, Minggu (20/7/2014). Dalam kata singkat:  studi yang dilakukannya membawa bukti nyata manfaat bermain di luar daripada di dalam ruangan.

Penelitian yang dilakukan oleh Schaefer tersebut bukan penelitian biasa-biasa karena melibatkan  306 anak perkotaan di Kanada dengan umur antara 9 sampai 17 tahun. Mereka diminta mengenakan alat yang mencata berapa langkah kaki mereka selama seminggu, setelah itu mereka juga menghabiskan di luar ruangan setelah sekolah. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan data bahwa anak yang lebih sering main di luar ruangan dilaporkan mendapatkan tambahan aktivitas yang setara dengan 20 menit olahraga intens. Orang yang berolahraga lebih jelas tubuhnya lebih sehat jika dibandingkan dengan yang kurang berolahraga.

Dewasa ini memang generasi muda kurang berolahraga karena banyak dimanjakan oleh barang-barang elektronik. Karena anak yang kurang banyak gerak, maka anak tersebut sangat berisiko menderita obesitas dan diabetes. Diabetes kini sudah menyebar, menyerang bahkan kaum muda sekalipun dikarenakan gaya hidup yang kurang sehat.