Tampilkan postingan dengan label obesitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obesitas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 September 2014

CUKUPI KEBUTUHAN NUTRISI ANAK

Mencukupi kebutuhan nutrisi sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Jika nutrisi yang diberikan mencukupi, maka anak akan tumbuh dengan sehat, tapi apabila nutrisi yang diberikan itu berlebihan maka anak bakal mengalami kelebihan gizi yang disebut dengan istilah overnutrisi dan pada akhirnya anak anda pun akan tumbuh sebagai anak obesitas alias kegemukan.
Menjaga pola makan anak yang baik dan seimbang adalah kewajiban orang tua, selain itu juga harus selalu menerapkan kaidah gizi yang seimbang yang harus memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin dan mineralnya.
Nah, diantara kesemua porsi kebutuhan tersebut, yang mempunyai porsi terbanyak dan terbesar adalah karbohidrat. Karbohidrat yang terlalu banyak inilah yang bisa menyebabkan timbulnya obesitas.
Obesitas akan memacu timbulnya penyakit-penyakit yang seharusnya belum muncul di masa kanak-kanak menjadi muncul dan berujung pada meningkatnya penyakit seperti kardiovaskuler, diabetes dan hipertensi. Bahkan dari sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki yang mengalami kegemukan rata-rata memiliki kualitas hidup yang lebih rendah.

anak obesitas


PENYEBAB OBESITAS

Tahukah anda ternyata dari sebuah penelitian yang ada ternyata risiko obesitas juga terus meningkat terutama pada mereka yang memiliki saudara kandung yang obesitas.
Menurut Mark Pachucki dari Morgan Institute dari Mongan Institute for Health Policy at Massachusetts General Hospital Boston, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/7/2014) ketika anda mengamati keluarga dengan dua anak, pengaruh anak obesitas lebih kuat dari saudara kandung dibandingkan dari orang tuanya.
Penelitian yang dilakukan pada 1.948 keluarga ini ternyata berhasil menunjukkan data yang mencengangkan. Hasil menunjukkan bahwa 12 persen anak tunggal mengalami obesitas. Data juga yang menunjukkan bahwa 20 persen anak tunggal jarang berolahraga dan sepertiga dari mereka jajan makanan cepat saji minimal dua kali dalam seminggu.
 Bedanya, data menunjukkan bahwa sang adik lebih rentan mengalami obesitas daripada kakak. 8 Persen kakak mengalami obesitas, lebih sedikit dibandingkan dengan 12 persen adik.
"Kakak atau abang memang nampak lebih persuasif. Menurutku, banyak adik yang melihat kepada kakaknya, bagaimana pola hidup dan makannya. Itu yang menjadi penjelasan atas haril penelitian ini," sambung Pachucki lagi.

Minggu, 31 Agustus 2014

MENCEGAH OBESITAS PADA ANAK

Kegemukan pada anak harus diwaspadai karena akan mempengaruhi perkembangan fisik dan mental anak tersebut. Perkembangan fisik yang dimaksud di sini bukan hanya sebatas pertumbuhan tubuh saja, tapi juga pada perkembangan hormon-hormon tubuh termasuk hormon perkembangan sekunder.
Perkembangan mental akan terganggu karena anak yang mengalami kegemukan/ obesitas biasanya akan dibully oleh teman-temannya. Akibatnya si anak tersebut akan malas bersosialisasi dan lebih memilih untuk menghabiskan makanan dibandingkan membentuk suatu pertemanan.

obesitas pada anak

Namun tahukah anda salah satu cara mudah agar anak tidak menjadi kegemukan? 
Caranya sangat mudah, yaitu dengan membiarkan anak bermain. 

Menurut studi terbaru, anak yang aktif bermain di luar rumah ternyata memiliki tubuh yang lebih sehat. Karena itulah, jangan terlalu mengikat seorang anak di dalam rumah bersama perangkat elektronik terlalu lama karena hal tersebut malah akan membuat anak bertambah malas dan justru akan semakin gemuk.

Ada baiknya kita membaca hasil penelitian yang dilakukan Lee Schaefer dari University of Regina, Kanada yang mengatakan " Jika kita mendorong pelajar untuk berada di luar lebih sering, maka mereka akan jauh lebih aktif. Hal ini akan menguntungkan mereka dalam jangka panjang," kata Schaefer seperti dikutip dari Reuters, Minggu (20/7/2014). Dalam kata singkat:  studi yang dilakukannya membawa bukti nyata manfaat bermain di luar daripada di dalam ruangan.

Penelitian yang dilakukan oleh Schaefer tersebut bukan penelitian biasa-biasa karena melibatkan  306 anak perkotaan di Kanada dengan umur antara 9 sampai 17 tahun. Mereka diminta mengenakan alat yang mencata berapa langkah kaki mereka selama seminggu, setelah itu mereka juga menghabiskan di luar ruangan setelah sekolah. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan data bahwa anak yang lebih sering main di luar ruangan dilaporkan mendapatkan tambahan aktivitas yang setara dengan 20 menit olahraga intens. Orang yang berolahraga lebih jelas tubuhnya lebih sehat jika dibandingkan dengan yang kurang berolahraga.

Dewasa ini memang generasi muda kurang berolahraga karena banyak dimanjakan oleh barang-barang elektronik. Karena anak yang kurang banyak gerak, maka anak tersebut sangat berisiko menderita obesitas dan diabetes. Diabetes kini sudah menyebar, menyerang bahkan kaum muda sekalipun dikarenakan gaya hidup yang kurang sehat.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Resiko diabetes pada pekerja shift malam jauh lebih besar

Ternyata risiko menderita penyakit diabetes tidak hanya pada mereka yang menderita obesitas, namun jauh lebih besar pada pekerja shift malam atau dengan rotasi jam kerja yang tidak menentu dan terus-terusan terbangun saat malam hari.

Studi terbaru ini dirilis oleh Occupational and Enviromental Medicine. Penelitian ini tidak langsung menghubungkan antara kerja malam dan terkenanya penyakit kencing manis, tapi antara kerja malam dan peningkatan resiko terjadinya diabetes dilihat dari lingkar pinggang, hormon dan jam tidur.
Berdasarkan tulisan Occupational and Enviromental Medicine tersebut diketahui jika di Inggris, diantara 1000 orang di Inggris, 45 diantaranya menderita penyakit diabetes tipe 2. Studi ini dilakukan di Huazhong University of Science and Technology di China. Hasilnya, diketahui 9% dari pekerja shift malam merupakan penyandang diabetes tipe 2.

resiko obesitas pekerja malam

Mengapa risiko pada pekerja shift malam ini jauh lebih besar? Alasannya adalah jadwal makan dan tidur yang berantakan. Makan makanan besar pada malam hari akan membuat tubuh menyimpan energi yang kita makanan menjadi lemak, hal inilah yang nantinya meningkatkan obesitas yang berhubungan erat dengan angka kejadian diabetes tipe 2.

"Pada mereka yang bekerja dengan sistem shift, mereka harus sadar bahwa memilik risiko untuk kemungkinan berkembangnya menjadi diabetes tipe 2. Satu-satunya cara menurunkan risiko ini adalah dengan olahraga dan pengaturan makanan." kata pakar diabetes dari Inggris, Dr Alasdair Rankin, demikian dikutip dari BBC, Jumat (1/8/2014).

Karena itulah, bagi kita yang menjadi pekerja shift, ada baiknya melakukan pencegahan dari sekarang, apalagi jika anda adalah seorang laki-laki karena diketahui bahwa risiko diabetes pada laki-laki diketahui sebesar 35%. Namun, bagi laki-laki yang bekerja dengan metode rotasi shift, biasanya risiko meningkat hingga 42%. Cara pencegahannya adalah dengan banyak mengkonsumsi makanan sehat serta menerapkan pola makan sesuai aturan

Kamis, 07 Agustus 2014

Terlalu gemuk selama hamil bisa menyebabkan bayi prematur

Badan yang terlalu gemuk atau obesitas adalah salah satu penyebab timbulnya berbagai macam penyakit seperti diabetes, hipertensi dan kolesterol. Namun, jika berat badan bertambah berat selama terjadi kehamilan, seorang wanita harus berhati-hati karena obesitas yang terjadi selama kehamilan dapat berdampak serius pada ibu dan janin. Apakah dampak serius tersebut?
Menurut sebuah penelitian? seorang wanita yang menderita obesitas sebelum dan selama hamil akan meningkatkan resiko melahirkan bayi yang prematur, terutama yang terjadi sebelum usia kehamilan 28 minggu.
hamil dan kegemukan

“Sampai saat ini, orang-orang telah berpikir bahwa kelahiran prematur terjadi setidaknya tiga minggu lebih awal dari waktu kelahiran normal. Tetapi, tidak sesederhana itu, kelahiran lebih awal bukanlah salah satu penyebab bayi lahir prematur,” kata professor of paediatrics, Garry Shaw dari Stanford University School of Medicine, Amerika Serikat, dikutip Indianexpress, Minggu (29/6/2014). Maksud profesor tersebut adalah, penyebab bayi lahir prematur bukan karena bayi lahir lebih cepat dari prediksi kehamilan, tetapi lebih disebabkan oleh faktor ibu sebagai tempat perkembang biakan janin yang sudah tidak kondusif lagi untuk proses tumbuh kembang janin.

Lalu apa yang sebaiknya yang para ibu hamil lakukan? Caranya adalah jaga pola makan seimbang, makan yang cukup dan seimbang lebih baik dibandingkan banyak makan. Terlalu banyak makan akan menyebabkan penumpukan kadar karbohidrat, gula dan lemak di dalam tubuh. Kelebihan zat makanan ini juga tidak akan diambil oleh janin, malah penumpukan lemak yang berlebid di area perut justru akan menekan perut dan membatasi ukuran rahim dan janin.

Kurangi memakan makanan yang manis, jangan paksakan memakan sesuatu dengan alasan 'ngidam'. Pastikan untuk selalu banyak minum dan menimbang berat badan agar berat badan selalu terkontrol. Kenaikan berat badan 5-10 kg masih ditoleransi oleh tubuh dan sebisa mungkin untuk tidak lebih dari ukuran tersebut.