Harus kita ingat bersama, menikah itu bukanlah kompetisi untuk membuat anak sebanyak-banyaknya. Menikah itu adalah membentuk keluarga yang aman dan nyaman, sangat penting bagi setiap pasangan untuk menentukan berapa jumlah anak yang ingin mereka miliki dan mengatur jarak kelahiran antara anak yang satu dengan anak yang lainnya.
Berdasarkan studi menggunakan rekam medis di Finlandia pada anak yang lahir antara 1987 sampai 2005, ditemukan bahwa sepertiga dari anak-anak mereka menderita autisme.
Ternyata anak-anak yang dipastikan mengidap autisme tersebut dikonsepsi atau dikandung kurang dari setahun setelah kelahiran kakak mereka. Bahkan peneliti mengatakan risiko autisme bagi anak-anak yang dikonsepsi kurang dari setahun ini mencapai 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang dikandung beberapa tahun kemudian.
Nah, studi sebelumnya juga menunjukkan hasil yang menarik, bahwa wanita hamil dengan jarak terlalu dekat bisa mengalami persalinan prematur.
Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Prof dr H Fasli Jalal, SpGK, PhD sebelumnya juga pernah menyebutkan kondisi ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu dan anak di Indonesia, di samping faktor lain yang ia sebut dengan 'Empat Terlalu'.
Tampilkan postingan dengan label kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehamilan. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 September 2014
Kamis, 07 Agustus 2014
Terlalu gemuk selama hamil bisa menyebabkan bayi prematur
Badan yang terlalu gemuk atau obesitas adalah salah satu penyebab timbulnya berbagai macam penyakit seperti diabetes, hipertensi dan kolesterol. Namun, jika berat badan bertambah berat selama terjadi kehamilan, seorang wanita harus berhati-hati karena obesitas yang terjadi selama kehamilan dapat berdampak serius pada ibu dan janin. Apakah dampak serius tersebut?
Menurut sebuah penelitian? seorang wanita yang menderita obesitas sebelum dan selama hamil akan meningkatkan resiko melahirkan bayi yang prematur, terutama yang terjadi sebelum usia kehamilan 28 minggu.
Menurut sebuah penelitian? seorang wanita yang menderita obesitas sebelum dan selama hamil akan meningkatkan resiko melahirkan bayi yang prematur, terutama yang terjadi sebelum usia kehamilan 28 minggu.

“Sampai saat ini, orang-orang telah berpikir bahwa kelahiran prematur terjadi setidaknya tiga minggu lebih awal dari waktu kelahiran normal. Tetapi, tidak sesederhana itu, kelahiran lebih awal bukanlah salah satu penyebab bayi lahir prematur,” kata professor of paediatrics, Garry Shaw dari Stanford University School of Medicine, Amerika Serikat, dikutip Indianexpress, Minggu (29/6/2014). Maksud profesor tersebut adalah, penyebab bayi lahir prematur bukan karena bayi lahir lebih cepat dari prediksi kehamilan, tetapi lebih disebabkan oleh faktor ibu sebagai tempat perkembang biakan janin yang sudah tidak kondusif lagi untuk proses tumbuh kembang janin.
Lalu apa yang sebaiknya yang para ibu hamil lakukan? Caranya adalah jaga pola makan seimbang, makan yang cukup dan seimbang lebih baik dibandingkan banyak makan. Terlalu banyak makan akan menyebabkan penumpukan kadar karbohidrat, gula dan lemak di dalam tubuh. Kelebihan zat makanan ini juga tidak akan diambil oleh janin, malah penumpukan lemak yang berlebid di area perut justru akan menekan perut dan membatasi ukuran rahim dan janin.
Kurangi memakan makanan yang manis, jangan paksakan memakan sesuatu dengan alasan 'ngidam'. Pastikan untuk selalu banyak minum dan menimbang berat badan agar berat badan selalu terkontrol. Kenaikan berat badan 5-10 kg masih ditoleransi oleh tubuh dan sebisa mungkin untuk tidak lebih dari ukuran tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)
